Minggu, 23 Mei 2010

cewek brengsekkkkkkk...........

dari pertama kw bersumpah blum mempunyai pacar....
knapa stelah kita sangat dekat kw bersumpah lg dan mengatakan kw telah mampunyai pujaan hati.. sbenarnya apa maksudmu dan knapa kw tega berbuat begini padaku....
apa aku masih kurang baik dimatamu..... smuanya tlah ku korban untukmu tp yang ku dapat hanya sakit hati....... sangat kecewa...
smoga tuhan membalas smua perbuatanmu....

Senin, 12 April 2010





Sayang dengarkan aku
Aku ingin bicara kepadamu

Kemana Kau hari ini
Tak Biasanya kau seperti ini

Sekarang kau mulai tak jujur padaku
Apa yang kau sembunyikan dari diriku

Dari matamu kau mulai membohongiku
Sampai teganya kau duakan aku

Sayang kurangnya apa aku
Sampai teganya kau duakan aku
Kau berjanji untuk selalu menemaniku
Dan takkan pernah meninggalkan aku

Kamis, 04 Maret 2010

Senin, 01 Maret 2010

CERITA INI ADALAH DARI PENGALAMAN SESEORANG YANG CINTANYA SELALU DI CAMPURI ORANG




Awal cerita aku bertemu dengan di suatu tempat dimana tempat itu adalah tempat orang menghibur diri, untuk berhubungan dengan teman – teman yang jauh atau dekat.....saat aku pertama bertemu dengan nya aku langsung menaruh rasa simpati kepadanya..dan hari demi hari kami sering bertemu, akhirnya rasa simpati itu pun berubah drastis menjadi cinta. Karena aku telah menyimpan rasa cinta aku menjadi rada malu – malu bertemu dengan nya tidak seperti biasanya...maklumlah.....
Hari demi hari perasaan cinta itupun semakin dalam dan aku tidak kuasa untuk membendungnya, pada suatu hari aku mencoba untuk mengutarakan isi hatiku, dengan perasan yang deg – degan aku mencoba untuk tenang, konsentrasi gitu...
Didalam hati ku....haruss.....harus....kukatakan sekarang...karna kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya.. dan akhirnya akupun mengungkapkan perasaanku padanya tanpa kuduga rupanya dia juga menyimpan perasaan yang sama juga denganku.
Masa pacaran ku dengannya hanya berkisar 1 bulan karna terus – menerus diganggu dan dicampuri orang yang mengaku-ngaku famili cwek gue...dia sepetinya cemburu...setiap kami jumpa selalu ada dia yg terus menerus mengganggu..memang dasar dia tu brengsek...maaf kata ya karna kurang sopan.
Saat terkhir kami bertemu pada saat itu tepat pada hari minggu kami berjumpa dan silanya tu si cowok brengsek tu datang lagi dan lnagsung mengganggu kami. Dan akhirnya cewek gua marah besar dan beranjak pergi meninggalkan aku dan aku hanya tercengang membisu. Setelah sempat jauh dia berjalan sangat bodoh kalaw aku tidak mengejarnya. Setelah aku mendapatkan nya, aku menanyakan kenapa harus mendengarkan dia,,,hiraukan saja yang dia katakan yang penting kita jalani saja,, dia memang kelihtan iri terhadap kita dan sangat cemburu. Tetapi cewek gua tetap saja mengiraukan apa yang kukatakan.
Beberapa jam kemudian setelah dia pulang, aku menerima satu pesan dan dia mengatakan “ sebaiknya kita putus saja dari pada terus kita lanjutin itu hanya menambah rasa sakit hati yang begitu dalam...maafkan aku yang tidak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu,, aku tahu kamu begitu sayang kepadaku..biarkanlah semuanya berlalu karna ini yang akan terbaik untuk kita....biarkan ku pergi ...pergi.. jangan kau tanyakan lagi..”
Aku hanya terdiam dan membisu membaca pesan tersebut..dengan penuh rasa sakit hati dan bercampur rasa emosi langsung teringat pada si cowok brengsek dan lansung tersimpan dedam dibenakku kepada sicowok brengsek tersebut...” tunggulah pembalasanku kau terlalu banyak mencampuri kami dan mengahancurkan hubungan kami.... ini semua terjadi karna kelakuan mu.. bangsat.....
DAN BAGAIMANAPUN AKU AKAN TERUS MENUNGGU KAPAN WAKTU ITU AKAN DATANG KAU KEMBALI KEPELUKANKU...

Jumat, 26 Februari 2010

jangan tinggalkan aku


tak kurasakan lagi hangatnya rasa rindu
tak kurasakan lagi indahnya hidup ini

telah habis rasa cinta di hati
yg menyelimuti diri

takkan lagi belai lembut tubuhmu takkan lagi sentuhan bibir manismu
takkan lagi satu di dalam dirimu ku merindumu

oh kasihku dengarlah seruanku oh pintaku jangan lupakan diriku
jadikanku kisah manis dalam hidupmu kau kekasihku

Rabu, 03 Februari 2010

INDAHNYA CINTA KITA............


Awalnya, aku bertemu dengannya di sebuah acara yang diselenggarakan di rumahku sendiri. Gadis itu sangat berbeda dengan cewek-cewek lain yang sibuk berbicara dengan laki-laki dan berpasang-pasangan. Sedangkan dia dengan pakaian muslimah rapi yang dikenakannya membantu mamaku menyiapkan hidangan dan segala kebutuhan dalam acara tersebut. Sesekali gadis itu bermain di taman bersama anak-anak kecil yang lucu, kulihat betapa lembutnya dia dengan senyuman manis kepada anak-anak. Dari sikapnya itu aku tertarik untuk mengenalnya. Akhirnya dengan pede-nya keberanikan diri untuk mendekatinya dan hendak berkenalan dengannya. Namun, kenyataannya dia menolak bersalaman dengannku, dan cuma mengatakan, “Maaf...” dan berlalu begitu saja meninggalkanku.

Betapa malunya aku terhadap teman-teman yang berada di sekitarku.“Ini cewek kok jual mahal banget !” Padahal begitu banyak cewek yang justru berlomba-lomba mau jadi pacarku. Dia, mau kenalan saja tidak mau !” ujarku. Dari kejadian itu aku menjadi penasaran dengan gadis tersebut. Lalu aku mencari tahu tentangnya. Ternyata dia adalah anak tunggal sahabat rekan bisnis papa. Setiap ada acara pertemuan di rumah gadis itu, aku selalu ikut bersama papa.

Gadis itu bernama sinta, kuliah di Fakultas Kedokteran dan dia anak yang tidak suka berpesta, berfoya-foya, dan keluyuran seperti cewek kebanyakan di kalangan kami. Aku pun jarang melihatnya jika aku pergi ke rumahnya; dengan berbagai alasan yang kudengar dari pembantunya: sakitlah, lagi mengerjakan tugas, atau kecapaian. Pokoknya, dia tidak pernah mau keluar.

Hingga suatu hari aku dan papa sedang bertamu ke rumahnya. Pada saat itu, sinta baru saja pulang dengan busana muslimahnya yang rapi, terlihat turun dari mobil. Namun belum jauh melangkah dia pun terjatuh pingsan dan mukanya terlihat sangat pucat. Kami yang berada di ruang tamu bergegas keluar dan papanya pun menggendong ke kamar serta meminta tolong kami untuk menghubungi dokter. Dari hasil pemeriksaan dokter, sinta harus dirawat di rumah sakit.

Keesokan harinya, aku datang ke rumah sakit bermaksud untuk menjenguknya. Betapa kagetnya aku ketika kutahu sinta terkena leukimia (kanker darah). Aku bertanya, “Kenapa gadis selembut dan sesopan dia harus mengalami hal itu ?”. Perasaan kesalku padanya kini berubah menjadi kasihan dan khawatir. Setiap usai kuliah, kusempatkan untuk datang menjenguknya. Aku mendapatinya sering menangis sendirian. Entah itu karena tidak ada yang menjaganya atau karena penyakit yang diderita.

Beberapa hari di rumah sakit, sinta memintaku keluar setiap kali aku masuk. Aku pun mendatanginya di rumah, tapi dia tidak pernah mau keluar menemuiku dan hanya mengurung diri di dalam kamar. Aku tidak menyerah begitu saja, kucoba menelpon sinta dan berharap dia mau bicara denganku. Namun, dia tetap tidak mau mengangkat telpon dariku, lalu kukirimkan SMS padanya agar dia mau menjadi pacarku, tetapi tidak ada balasan malah HP-nya dinonaktifkan semalaman.

Keesokan harinya aku nekat datang ke rumahnya untuk meminta maaf atas kelancanganku. Ternyata ia akan berangkat ke Makasar, ke kampung orang tuanya. Karena orang tuanya tak dapat mengantarnya, aku pun menawarkan diri untuk mengantarnya, tapi sinta lebih memilih naik taksi dengan alasan tidak mau merepotkan orang lain. Sebelum naik ke mobil, dia menitipkan kertas untukku kepada mamanya.

Alangkah hancur hatiku ketika membaca sebait kalimat yang berbunyi, “Maaf saat ini aku hanya ingin berkonsentrasi kuliah.” Hatiku remuk dan aku pulang dengan perasaan kesal sekali. Ini pertama kalinya aku ingin pacaran, tapi ditolak. Sebenarnya, aku tidak begitu suka dengan hubungan seperti pacaran itu karena begitu banyak dampak negatifnya, sampai ada yang rela bunuh diri karena ditinggalkan kekasihnya –na’udzubillahi min dzalik.

Namun entah mengapa ketika aku melihat sinta hatiku pun tergoda untuk menjalin hubungan itu. Sejak perpisahan itu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya sampai gelar sarjana aku raih. Lalu aku pun bekerja di perusahaan milik keluargaku sebagai satu-satunya ahli waris. Melihat ketekunanku dalam bekerja, papa sinta ,menyukaiku hingga hubungan kami menjadi akrab dan kuutarakanlah maksudku bahwa aku menyukai sinta, anaknya, dan ternyata papa sinta setuju untuk menjadikanku sebagai menantunya..

pada saat itu keluargaku bersilaturahmi ke rumah keluarga sinta dengan maksud untuk membicarakan perjodohan antara aku dan sinta. Tapi pada saat itu sinta baru dirawat di rumah sakit sejak bulan Ramadhan. Saat kutemui, sinta terlihat sangat pucat, lemah, dan senyumannya seakan menghilang dari bibirnya. Hari itu orang tua kami resmi menjodohkan kami. Bahkan aku diminta untuk menjaganya karena orang tuanya akan berangkat ke luar negeri. Tetapi sinta tidak pernah mau meladeniku.

Suatu hari aku mendapati sinta terlihat kesakitan, terlihat darah keluar dari hidung dan mulutnya. Aku bermaksud untuk membantu mengusap darah dan keringat yang ada di wajahnya, tetapi secara spontan dia menamparku pada saat aku menyentuh wajahnya. Betapa
kaget diriku dibuatnya, aku tidak menyangka sama sekali sinta akan manamparku. Sungguh betapa istiqomahnya dia dalam menjaga kehormatan untuk tidak disentuh laki-laki yang bukan muhrimnya. Saat itu aku belum mengetahui tentang masalah ini dalam agama.

Kejadian tersebut secara tak sengaja terlihat mama sinta maka sinta pun dimarahi habis-habisan hingga sebuah tamparan mendarat di pipinya. Kulihat sinta segera melepas infusnya dan berlari menuju kamar mandi. Sinta pun mengurung diri di kamar mandi tersebut. Dengan terpaksa kami mendobrak pintu kamar mandi dan kami dapati Nina tergeletak di lantai tak sadarkan diri karena terlalu banyak darah yang keluar.

Setelah sadar, aku berusaha bicara dan meminta maaf kepadanya atas kejadian tadi, namun sinta terus-terusan menangis. Aku pun bertambah bingung apa yang mesti aku lakukan untuk menenangkannya. Tanpa pikir panjang aku memeluknya, tapi sinta malah mendorongku dengan keras dan berlari keluar dari kamar menuju taman. Ketika kudekati sinta berteriak hingga menjadikan orang-orang memukulku karena menyangka aku mengganggu sinta. Karena itulah, sinta semalaman tidur di taman dan aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Setelah waktu subuh menjelang kulihat sinta beranjak untuk melaksanakan shalat shubuh di masjid, aku pun turut shalat. Namun setelah shalat, tiba-tiba sinta menghilang entah kemana………….

Aku mencarinya berkeliling rumah sakit tersebut. Dan lama berselang kulihat banyak kerumunan orang dan ternyata sinta sudah tak sadarkan diri tergeletak dengan HP berada di sampingnya, sepertinya dia bosan telah berbicara dengan seseorang. Keadaan sinta saat itu sangat kritis sehingga pernafasannya harus dibantu dengan oksigen. Kata dokter, paru-paru sinta basah yang mungkin diakibatkan semalaman tidur di taman.

sinta tak kunjung juga sadar. Dengan perasaan khawatir dan bingung aku berdoa dengan menatap wajahnya yang pucat pasi...

Tiba-tiba ada sebuah SMS yang masuk ke HP sinta, tanpa sadar aku pun membaca dan membalas SMS tersebut. Aku juga membuka beberapa SMS yang masuk ke HP-nya dan aku sangat terharu dengan isinya, tenyata banyak sekali orang yang menyayanginya..

Melihat hal itu, aku membawanya ke kota medan, kampung mama kandung Nina untuk mempertemukannya dengan saudari-saudarinya, Qadarulloh (atas kehendak Allah), aku tidak berhasil mempertemukan mereka. Yang ada kondisi sinta semakin parah dan penyakitku juga tiba-tiba kambuh sehingga aku pun haus dirawat di rumah sakit. Orang tua sinta datang dan membawanya kembali ke kota medan tanpa sepengetahuanku karena pada saat itu aku juga diopname.

Di kota medan, sinta diawasi dengan ketat oleh papanya, karena papa sinta kurang suka dengan akhwat, apalagi yang bercadar. Rumah sakit dan rumah yang ditempati sinta dirahasiakan. Dan sinta pun tak tahu di manakah ia berada. Karena kondisinya masih lemah, diapun tak bisa berbuat apa-apa, bahkan ia kadang dibius, apalagi ketika akan dipindahkan dari satu tempat ke tempat yag satunya agar tidak tahu di mana keberadaaannya, karena papanya tidak ingin ada akhwat yang menjenguk sinta. Sampai HPnya pun diambil dari sinta.

Namun, karena sinta masih mempunyai HP yang ia sembunyian dari papanya, sehingga beberapa kali sinta berusaha kabur untuk menemui saudari-saudarinya, akhirnya sinta dikurung di dalam kamar. Mendengar hal itu, aku langsung menyusul sinta ke Medan dan aku sempat bicara dengannya dari balik pintu. sinta menyuruhku untuk menemui seorang ustadz di sebuah masjid di kota itu. Dari pertemuanku dengan ustadz tersebut aku pun diajak ta’lim beberapa hari dan aku menginap di sana.

Papa sinta menyangka sinta telah mengusirku sehingga ia pun dimarahi. Setibanya di rumah, aku jelaskan duduk perkaranya kepada papa sinta, bahwa ia tidak bersalah dan aku mengatakan agar pernikahan kami dipercepat.

waktu. Kami melangsungkan pernikahan dengan sangat sederhana. Acara tersebut Cuma dihadiri oleh orangtua kami beserta dua orang rekanan papa. Setelah akad nikah aku langsung mengantar ustadz sekalian shalat dhuhur.

Sepulang dari mengantar ustadz, perasaan bahagia itu seakan buyar mendapati sinta yang baru saja menjadi istriku tergeletak di lantai, dari hidung dan mulutnya kembali berlumuran darah. Dan tangannya terlihat ada goresan. Kami langsung membawanya ke rumah sakit, diperjalanan, kondisi sinta terlihat sangat lemah. Terdengar suaranya memanggilku dan berkata agar aku harus tetap di jalan yang diridhai-Nya sambil memegang erat tanganku dengan tulus, air mataku tak tertahankan melihat keadaan sinta yang terus berdzikir sambil menangis.....Dia juga selalu menanyakan saudari-saudarinya dimana ?

Setibanya di rumah sakit, aku bertanya-tanya kenapa tangan sinta tergores. Aku pun menulis SMS kepada saudari-saudari sinta. Ternyata, tangan sinta tergores ketika hendak menemui saudari-saudainya dengan keluar dari kamar. Karena pintu kamar terkunci, sinta ingin keluar melalui jendela sehingga menyebabkan tangannya tergores. sinta tak kunjung sadar hingga larut malam, aku pun tertidur dan tidak menyadari kalau sinta bangkit dari tempat tidurnya. Dia ingin sekali menemui saudari-saudarinya dan dia tidak menyadari kalau hari telah larut malam. Dia Cuma berkata, “Pengin ketemu saudariku karena sudah tak ada waktu lagi.” Berhubung sinta masih lemah, dia pun jatuh pingsan setelah bebrapa saat melangkah.

Aku benar-benar kaget dan bingung mau memanggil dokter tapi tidak ada yang menemani sinta. Akhirnya, aku menghubungi salah seorang saudarinya untuk menemani. Setelah aku dan dokter tiba, sinta sudah tidak bernafas dan bergerak lagi. Pertahananku runtuh dan hancurlah harapanku melihat sinta tidak lagi berdaya.... Dokter menyuruhku keluar. Pada saat itu kukira sinta telah tiada, makanya aku segera menulis SMS kepada saudari Nina untuk memberitahu bahwa Nina telah tiada. Namun begitu dokter keluar, masya Alloh !

Denyut jantung Nina kembali beredetak dan ia dinyatakan koma. Aku hendak memberi kabar kepada saudari sinta tapi baterai HP-ku habis dan tiba-tiba penyakitku pun kambuh lagi sehingga aku harus diinfus juga.....

Jam 11.30, perasaanku mengatakan sinta memangilku, maka aku segera bangkit dari tempat tidur dan melepas infus dari tanganku menuju kamar sinta. Kutatap wajah sinta bersamaan dengan kumandang adzan shalat Jum’at. Sembari menjawab adzan, aku terus menatap wajah sinta berharap dia akan membuka matanya.

Begitu lafadz laa ilaaha illallah, suara mesin pendeteksi jantung berbunyi, menandakan bahwa Nina telah tiada. Aku berteriak memanggil dokter, tapi qadarulloh istriku sayang telah pergi untuk selama-lamanya dari dunia ini. Nina langsung dimandikan dan dishalatkan selepas shalat Jum’at, lalu diterbangkan ke rumah papanya di Jakarta.. Untuk terakhir kalinya kubuka kain putih yang menutupi wajah Nina. Wajahnya terlihat berseri.....

Setelah pemakaman, aku langsung balik ke Jakarta karena kondisiku yang kurang stabil...Astaghfirullah !!! aku lupa memberitahu saudari-saudari sinta. Mungkin karena aku terlalu larut dalam kesedihan, hingga secara spontanitas aku menghubungi mereka dan menyampaikan bahwa sinta benar-benar talah tiada. Aku tahu pasti, mereka pasti sedih dengan kepergian saudari mereka yang mereka cintai karena Allah. Dari ketiga saudari sinta, ada seorang yang tidak percaya dan sepertinya dia sangat membenciku. Entah, mengapa sikapnya seperti itu ?

Sekiranya mereka tahu, bahwa sebelum kepergiannya, sinta selalu memanggil nama mereka, tentulah mereka semakin sedih. Dalam HP sinta terlihat banyak SMS yang menunjukkan betapa indahnya ukhuwah dengan saudari-saudarinya. Semoga saudari-saudari sinta memaafkan kesalahannya dan kesalahan diriku pribadi………

Kamis, 28 Januari 2010