Minggu, 23 Mei 2010

cewek brengsekkkkkkk...........

dari pertama kw bersumpah blum mempunyai pacar....
knapa stelah kita sangat dekat kw bersumpah lg dan mengatakan kw telah mampunyai pujaan hati.. sbenarnya apa maksudmu dan knapa kw tega berbuat begini padaku....
apa aku masih kurang baik dimatamu..... smuanya tlah ku korban untukmu tp yang ku dapat hanya sakit hati....... sangat kecewa...
smoga tuhan membalas smua perbuatanmu....

Senin, 12 April 2010





Sayang dengarkan aku
Aku ingin bicara kepadamu

Kemana Kau hari ini
Tak Biasanya kau seperti ini

Sekarang kau mulai tak jujur padaku
Apa yang kau sembunyikan dari diriku

Dari matamu kau mulai membohongiku
Sampai teganya kau duakan aku

Sayang kurangnya apa aku
Sampai teganya kau duakan aku
Kau berjanji untuk selalu menemaniku
Dan takkan pernah meninggalkan aku

Kamis, 04 Maret 2010

Senin, 01 Maret 2010

CERITA INI ADALAH DARI PENGALAMAN SESEORANG YANG CINTANYA SELALU DI CAMPURI ORANG




Awal cerita aku bertemu dengan di suatu tempat dimana tempat itu adalah tempat orang menghibur diri, untuk berhubungan dengan teman – teman yang jauh atau dekat.....saat aku pertama bertemu dengan nya aku langsung menaruh rasa simpati kepadanya..dan hari demi hari kami sering bertemu, akhirnya rasa simpati itu pun berubah drastis menjadi cinta. Karena aku telah menyimpan rasa cinta aku menjadi rada malu – malu bertemu dengan nya tidak seperti biasanya...maklumlah.....
Hari demi hari perasaan cinta itupun semakin dalam dan aku tidak kuasa untuk membendungnya, pada suatu hari aku mencoba untuk mengutarakan isi hatiku, dengan perasan yang deg – degan aku mencoba untuk tenang, konsentrasi gitu...
Didalam hati ku....haruss.....harus....kukatakan sekarang...karna kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya.. dan akhirnya akupun mengungkapkan perasaanku padanya tanpa kuduga rupanya dia juga menyimpan perasaan yang sama juga denganku.
Masa pacaran ku dengannya hanya berkisar 1 bulan karna terus – menerus diganggu dan dicampuri orang yang mengaku-ngaku famili cwek gue...dia sepetinya cemburu...setiap kami jumpa selalu ada dia yg terus menerus mengganggu..memang dasar dia tu brengsek...maaf kata ya karna kurang sopan.
Saat terkhir kami bertemu pada saat itu tepat pada hari minggu kami berjumpa dan silanya tu si cowok brengsek tu datang lagi dan lnagsung mengganggu kami. Dan akhirnya cewek gua marah besar dan beranjak pergi meninggalkan aku dan aku hanya tercengang membisu. Setelah sempat jauh dia berjalan sangat bodoh kalaw aku tidak mengejarnya. Setelah aku mendapatkan nya, aku menanyakan kenapa harus mendengarkan dia,,,hiraukan saja yang dia katakan yang penting kita jalani saja,, dia memang kelihtan iri terhadap kita dan sangat cemburu. Tetapi cewek gua tetap saja mengiraukan apa yang kukatakan.
Beberapa jam kemudian setelah dia pulang, aku menerima satu pesan dan dia mengatakan “ sebaiknya kita putus saja dari pada terus kita lanjutin itu hanya menambah rasa sakit hati yang begitu dalam...maafkan aku yang tidak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu,, aku tahu kamu begitu sayang kepadaku..biarkanlah semuanya berlalu karna ini yang akan terbaik untuk kita....biarkan ku pergi ...pergi.. jangan kau tanyakan lagi..”
Aku hanya terdiam dan membisu membaca pesan tersebut..dengan penuh rasa sakit hati dan bercampur rasa emosi langsung teringat pada si cowok brengsek dan lansung tersimpan dedam dibenakku kepada sicowok brengsek tersebut...” tunggulah pembalasanku kau terlalu banyak mencampuri kami dan mengahancurkan hubungan kami.... ini semua terjadi karna kelakuan mu.. bangsat.....
DAN BAGAIMANAPUN AKU AKAN TERUS MENUNGGU KAPAN WAKTU ITU AKAN DATANG KAU KEMBALI KEPELUKANKU...

Jumat, 26 Februari 2010

jangan tinggalkan aku


tak kurasakan lagi hangatnya rasa rindu
tak kurasakan lagi indahnya hidup ini

telah habis rasa cinta di hati
yg menyelimuti diri

takkan lagi belai lembut tubuhmu takkan lagi sentuhan bibir manismu
takkan lagi satu di dalam dirimu ku merindumu

oh kasihku dengarlah seruanku oh pintaku jangan lupakan diriku
jadikanku kisah manis dalam hidupmu kau kekasihku

Rabu, 03 Februari 2010

INDAHNYA CINTA KITA............


Awalnya, aku bertemu dengannya di sebuah acara yang diselenggarakan di rumahku sendiri. Gadis itu sangat berbeda dengan cewek-cewek lain yang sibuk berbicara dengan laki-laki dan berpasang-pasangan. Sedangkan dia dengan pakaian muslimah rapi yang dikenakannya membantu mamaku menyiapkan hidangan dan segala kebutuhan dalam acara tersebut. Sesekali gadis itu bermain di taman bersama anak-anak kecil yang lucu, kulihat betapa lembutnya dia dengan senyuman manis kepada anak-anak. Dari sikapnya itu aku tertarik untuk mengenalnya. Akhirnya dengan pede-nya keberanikan diri untuk mendekatinya dan hendak berkenalan dengannya. Namun, kenyataannya dia menolak bersalaman dengannku, dan cuma mengatakan, “Maaf...” dan berlalu begitu saja meninggalkanku.

Betapa malunya aku terhadap teman-teman yang berada di sekitarku.“Ini cewek kok jual mahal banget !” Padahal begitu banyak cewek yang justru berlomba-lomba mau jadi pacarku. Dia, mau kenalan saja tidak mau !” ujarku. Dari kejadian itu aku menjadi penasaran dengan gadis tersebut. Lalu aku mencari tahu tentangnya. Ternyata dia adalah anak tunggal sahabat rekan bisnis papa. Setiap ada acara pertemuan di rumah gadis itu, aku selalu ikut bersama papa.

Gadis itu bernama sinta, kuliah di Fakultas Kedokteran dan dia anak yang tidak suka berpesta, berfoya-foya, dan keluyuran seperti cewek kebanyakan di kalangan kami. Aku pun jarang melihatnya jika aku pergi ke rumahnya; dengan berbagai alasan yang kudengar dari pembantunya: sakitlah, lagi mengerjakan tugas, atau kecapaian. Pokoknya, dia tidak pernah mau keluar.

Hingga suatu hari aku dan papa sedang bertamu ke rumahnya. Pada saat itu, sinta baru saja pulang dengan busana muslimahnya yang rapi, terlihat turun dari mobil. Namun belum jauh melangkah dia pun terjatuh pingsan dan mukanya terlihat sangat pucat. Kami yang berada di ruang tamu bergegas keluar dan papanya pun menggendong ke kamar serta meminta tolong kami untuk menghubungi dokter. Dari hasil pemeriksaan dokter, sinta harus dirawat di rumah sakit.

Keesokan harinya, aku datang ke rumah sakit bermaksud untuk menjenguknya. Betapa kagetnya aku ketika kutahu sinta terkena leukimia (kanker darah). Aku bertanya, “Kenapa gadis selembut dan sesopan dia harus mengalami hal itu ?”. Perasaan kesalku padanya kini berubah menjadi kasihan dan khawatir. Setiap usai kuliah, kusempatkan untuk datang menjenguknya. Aku mendapatinya sering menangis sendirian. Entah itu karena tidak ada yang menjaganya atau karena penyakit yang diderita.

Beberapa hari di rumah sakit, sinta memintaku keluar setiap kali aku masuk. Aku pun mendatanginya di rumah, tapi dia tidak pernah mau keluar menemuiku dan hanya mengurung diri di dalam kamar. Aku tidak menyerah begitu saja, kucoba menelpon sinta dan berharap dia mau bicara denganku. Namun, dia tetap tidak mau mengangkat telpon dariku, lalu kukirimkan SMS padanya agar dia mau menjadi pacarku, tetapi tidak ada balasan malah HP-nya dinonaktifkan semalaman.

Keesokan harinya aku nekat datang ke rumahnya untuk meminta maaf atas kelancanganku. Ternyata ia akan berangkat ke Makasar, ke kampung orang tuanya. Karena orang tuanya tak dapat mengantarnya, aku pun menawarkan diri untuk mengantarnya, tapi sinta lebih memilih naik taksi dengan alasan tidak mau merepotkan orang lain. Sebelum naik ke mobil, dia menitipkan kertas untukku kepada mamanya.

Alangkah hancur hatiku ketika membaca sebait kalimat yang berbunyi, “Maaf saat ini aku hanya ingin berkonsentrasi kuliah.” Hatiku remuk dan aku pulang dengan perasaan kesal sekali. Ini pertama kalinya aku ingin pacaran, tapi ditolak. Sebenarnya, aku tidak begitu suka dengan hubungan seperti pacaran itu karena begitu banyak dampak negatifnya, sampai ada yang rela bunuh diri karena ditinggalkan kekasihnya –na’udzubillahi min dzalik.

Namun entah mengapa ketika aku melihat sinta hatiku pun tergoda untuk menjalin hubungan itu. Sejak perpisahan itu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya sampai gelar sarjana aku raih. Lalu aku pun bekerja di perusahaan milik keluargaku sebagai satu-satunya ahli waris. Melihat ketekunanku dalam bekerja, papa sinta ,menyukaiku hingga hubungan kami menjadi akrab dan kuutarakanlah maksudku bahwa aku menyukai sinta, anaknya, dan ternyata papa sinta setuju untuk menjadikanku sebagai menantunya..

pada saat itu keluargaku bersilaturahmi ke rumah keluarga sinta dengan maksud untuk membicarakan perjodohan antara aku dan sinta. Tapi pada saat itu sinta baru dirawat di rumah sakit sejak bulan Ramadhan. Saat kutemui, sinta terlihat sangat pucat, lemah, dan senyumannya seakan menghilang dari bibirnya. Hari itu orang tua kami resmi menjodohkan kami. Bahkan aku diminta untuk menjaganya karena orang tuanya akan berangkat ke luar negeri. Tetapi sinta tidak pernah mau meladeniku.

Suatu hari aku mendapati sinta terlihat kesakitan, terlihat darah keluar dari hidung dan mulutnya. Aku bermaksud untuk membantu mengusap darah dan keringat yang ada di wajahnya, tetapi secara spontan dia menamparku pada saat aku menyentuh wajahnya. Betapa
kaget diriku dibuatnya, aku tidak menyangka sama sekali sinta akan manamparku. Sungguh betapa istiqomahnya dia dalam menjaga kehormatan untuk tidak disentuh laki-laki yang bukan muhrimnya. Saat itu aku belum mengetahui tentang masalah ini dalam agama.

Kejadian tersebut secara tak sengaja terlihat mama sinta maka sinta pun dimarahi habis-habisan hingga sebuah tamparan mendarat di pipinya. Kulihat sinta segera melepas infusnya dan berlari menuju kamar mandi. Sinta pun mengurung diri di kamar mandi tersebut. Dengan terpaksa kami mendobrak pintu kamar mandi dan kami dapati Nina tergeletak di lantai tak sadarkan diri karena terlalu banyak darah yang keluar.

Setelah sadar, aku berusaha bicara dan meminta maaf kepadanya atas kejadian tadi, namun sinta terus-terusan menangis. Aku pun bertambah bingung apa yang mesti aku lakukan untuk menenangkannya. Tanpa pikir panjang aku memeluknya, tapi sinta malah mendorongku dengan keras dan berlari keluar dari kamar menuju taman. Ketika kudekati sinta berteriak hingga menjadikan orang-orang memukulku karena menyangka aku mengganggu sinta. Karena itulah, sinta semalaman tidur di taman dan aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Setelah waktu subuh menjelang kulihat sinta beranjak untuk melaksanakan shalat shubuh di masjid, aku pun turut shalat. Namun setelah shalat, tiba-tiba sinta menghilang entah kemana………….

Aku mencarinya berkeliling rumah sakit tersebut. Dan lama berselang kulihat banyak kerumunan orang dan ternyata sinta sudah tak sadarkan diri tergeletak dengan HP berada di sampingnya, sepertinya dia bosan telah berbicara dengan seseorang. Keadaan sinta saat itu sangat kritis sehingga pernafasannya harus dibantu dengan oksigen. Kata dokter, paru-paru sinta basah yang mungkin diakibatkan semalaman tidur di taman.

sinta tak kunjung juga sadar. Dengan perasaan khawatir dan bingung aku berdoa dengan menatap wajahnya yang pucat pasi...

Tiba-tiba ada sebuah SMS yang masuk ke HP sinta, tanpa sadar aku pun membaca dan membalas SMS tersebut. Aku juga membuka beberapa SMS yang masuk ke HP-nya dan aku sangat terharu dengan isinya, tenyata banyak sekali orang yang menyayanginya..

Melihat hal itu, aku membawanya ke kota medan, kampung mama kandung Nina untuk mempertemukannya dengan saudari-saudarinya, Qadarulloh (atas kehendak Allah), aku tidak berhasil mempertemukan mereka. Yang ada kondisi sinta semakin parah dan penyakitku juga tiba-tiba kambuh sehingga aku pun haus dirawat di rumah sakit. Orang tua sinta datang dan membawanya kembali ke kota medan tanpa sepengetahuanku karena pada saat itu aku juga diopname.

Di kota medan, sinta diawasi dengan ketat oleh papanya, karena papa sinta kurang suka dengan akhwat, apalagi yang bercadar. Rumah sakit dan rumah yang ditempati sinta dirahasiakan. Dan sinta pun tak tahu di manakah ia berada. Karena kondisinya masih lemah, diapun tak bisa berbuat apa-apa, bahkan ia kadang dibius, apalagi ketika akan dipindahkan dari satu tempat ke tempat yag satunya agar tidak tahu di mana keberadaaannya, karena papanya tidak ingin ada akhwat yang menjenguk sinta. Sampai HPnya pun diambil dari sinta.

Namun, karena sinta masih mempunyai HP yang ia sembunyian dari papanya, sehingga beberapa kali sinta berusaha kabur untuk menemui saudari-saudarinya, akhirnya sinta dikurung di dalam kamar. Mendengar hal itu, aku langsung menyusul sinta ke Medan dan aku sempat bicara dengannya dari balik pintu. sinta menyuruhku untuk menemui seorang ustadz di sebuah masjid di kota itu. Dari pertemuanku dengan ustadz tersebut aku pun diajak ta’lim beberapa hari dan aku menginap di sana.

Papa sinta menyangka sinta telah mengusirku sehingga ia pun dimarahi. Setibanya di rumah, aku jelaskan duduk perkaranya kepada papa sinta, bahwa ia tidak bersalah dan aku mengatakan agar pernikahan kami dipercepat.

waktu. Kami melangsungkan pernikahan dengan sangat sederhana. Acara tersebut Cuma dihadiri oleh orangtua kami beserta dua orang rekanan papa. Setelah akad nikah aku langsung mengantar ustadz sekalian shalat dhuhur.

Sepulang dari mengantar ustadz, perasaan bahagia itu seakan buyar mendapati sinta yang baru saja menjadi istriku tergeletak di lantai, dari hidung dan mulutnya kembali berlumuran darah. Dan tangannya terlihat ada goresan. Kami langsung membawanya ke rumah sakit, diperjalanan, kondisi sinta terlihat sangat lemah. Terdengar suaranya memanggilku dan berkata agar aku harus tetap di jalan yang diridhai-Nya sambil memegang erat tanganku dengan tulus, air mataku tak tertahankan melihat keadaan sinta yang terus berdzikir sambil menangis.....Dia juga selalu menanyakan saudari-saudarinya dimana ?

Setibanya di rumah sakit, aku bertanya-tanya kenapa tangan sinta tergores. Aku pun menulis SMS kepada saudari-saudari sinta. Ternyata, tangan sinta tergores ketika hendak menemui saudari-saudainya dengan keluar dari kamar. Karena pintu kamar terkunci, sinta ingin keluar melalui jendela sehingga menyebabkan tangannya tergores. sinta tak kunjung sadar hingga larut malam, aku pun tertidur dan tidak menyadari kalau sinta bangkit dari tempat tidurnya. Dia ingin sekali menemui saudari-saudarinya dan dia tidak menyadari kalau hari telah larut malam. Dia Cuma berkata, “Pengin ketemu saudariku karena sudah tak ada waktu lagi.” Berhubung sinta masih lemah, dia pun jatuh pingsan setelah bebrapa saat melangkah.

Aku benar-benar kaget dan bingung mau memanggil dokter tapi tidak ada yang menemani sinta. Akhirnya, aku menghubungi salah seorang saudarinya untuk menemani. Setelah aku dan dokter tiba, sinta sudah tidak bernafas dan bergerak lagi. Pertahananku runtuh dan hancurlah harapanku melihat sinta tidak lagi berdaya.... Dokter menyuruhku keluar. Pada saat itu kukira sinta telah tiada, makanya aku segera menulis SMS kepada saudari Nina untuk memberitahu bahwa Nina telah tiada. Namun begitu dokter keluar, masya Alloh !

Denyut jantung Nina kembali beredetak dan ia dinyatakan koma. Aku hendak memberi kabar kepada saudari sinta tapi baterai HP-ku habis dan tiba-tiba penyakitku pun kambuh lagi sehingga aku harus diinfus juga.....

Jam 11.30, perasaanku mengatakan sinta memangilku, maka aku segera bangkit dari tempat tidur dan melepas infus dari tanganku menuju kamar sinta. Kutatap wajah sinta bersamaan dengan kumandang adzan shalat Jum’at. Sembari menjawab adzan, aku terus menatap wajah sinta berharap dia akan membuka matanya.

Begitu lafadz laa ilaaha illallah, suara mesin pendeteksi jantung berbunyi, menandakan bahwa Nina telah tiada. Aku berteriak memanggil dokter, tapi qadarulloh istriku sayang telah pergi untuk selama-lamanya dari dunia ini. Nina langsung dimandikan dan dishalatkan selepas shalat Jum’at, lalu diterbangkan ke rumah papanya di Jakarta.. Untuk terakhir kalinya kubuka kain putih yang menutupi wajah Nina. Wajahnya terlihat berseri.....

Setelah pemakaman, aku langsung balik ke Jakarta karena kondisiku yang kurang stabil...Astaghfirullah !!! aku lupa memberitahu saudari-saudari sinta. Mungkin karena aku terlalu larut dalam kesedihan, hingga secara spontanitas aku menghubungi mereka dan menyampaikan bahwa sinta benar-benar talah tiada. Aku tahu pasti, mereka pasti sedih dengan kepergian saudari mereka yang mereka cintai karena Allah. Dari ketiga saudari sinta, ada seorang yang tidak percaya dan sepertinya dia sangat membenciku. Entah, mengapa sikapnya seperti itu ?

Sekiranya mereka tahu, bahwa sebelum kepergiannya, sinta selalu memanggil nama mereka, tentulah mereka semakin sedih. Dalam HP sinta terlihat banyak SMS yang menunjukkan betapa indahnya ukhuwah dengan saudari-saudarinya. Semoga saudari-saudari sinta memaafkan kesalahannya dan kesalahan diriku pribadi………

Kamis, 28 Januari 2010

Senin, 25 Januari 2010

KETIKA CINTA HARUS BERKORBAN



Yang akan aku cerita kan berikut ini adalah cerita nyata tentang kehidupan seseorang....Dengan maksud untuk melindungi privasi beberapa orang yang terlibat di dalamnya maka aku sengaja initial kan nama dari tokoh² yg terlibat di dalam cerita ini.
awal…cerita
"Bagaimana ini pak, kok ada penumpang yang lebih,tidak sesuai dengan manifest penumpang yg ada?" tanya Heri kepada sopir dari bus executive jurusan (…….) (……) Si sopir yg merasa bersalah karena telah membawa penumpang gelap hanya bisa menunduk sambil menyeka keringat dan berkata " maaf mas( HD), saya terpaksa bawa penumpang gelap karena saya lagi butuh uang, anak saya sakit". Entah alasan itu benar atau tidak, tp pada dasarnya ( HD) adalah seorang yg berhati lembut dan gampang sekali merasa iba. Yah memang pekerjaan ( HD) adalah Checker atau kontrol di perusahaan bus yag sudah punya nama di dunia transportasi. Pekerjaan sebagai kontrol bus adalah pekerjaan yg tidak enak. Kenapa bisa di bilang tidak enak karena harus bisa menempatkan diri untuk menjadi jembatan antara para kru bus yang selalu merasa kurang dan pemilik atau manajemen yang selalu merasa rugi karena sudah merasa memberi terlalu banyak kepada para krunya. "Ya udah untuk kali ini saya maafkan ya pak, tp tolong lain kali jangan di ulangi lagi" kata ( HD) kepada sopir tadi…( HD) di tempatkan di salah satu rumah makan yang ternama di Tuban. ( HD)adalah seorang suami yg punya istri dan 2 orang anak. Tapi bisa di bilang hubungan dengan keluarga istrinya tidaklah harmonis. Suatu saat Heri di panggil oleh pihak perwakilan bus yg ada di kota (……). " Hd , besok kamu gantikan si (F) yg ngepos di rumah makan (…….) ya, karena dia waktunya libur" kata si pimpinan kepada (HD). Keesokan harinya (HD) berangkat ke (…….)dan akan stand by di sana selama 4 hari. Ketika sampai di sana dia di sambut dengan hangat oleh Pak Haji ( MD) pemilik rumah makan (….) " Selamat datang pak(HD), semoga bisa kerasan di sini' kata Pak Haji ( MD) " Terima kasih Pak Haji, insyaallah saya akan kerasan di sini" jawab (HD) dengan penuh antusias….

(HD) tinggal di kamar yang sudah di sediakan di ruangan atas. Sehari di sana dia menjalani aktifitas kerjanya dengan biasa. Anak² Rumah makan juga baik menerima (HD). Pak Han adalah teman satu kamar yang juga supir dari jurusan (…..)-(……). "Pak Han, di sini kalo mau potong rambut di mana?" tanya HD kepada Pak Han. " Ada mas Hd, di salon Resty aja" jawab Pak Han. " Ya udah nanti sore tolong antarkan saya ya pak", Kta Heri. Dan sorenya dia di antar Pak Han ke salon Resty yg letaknya tidak jauh dari rumah makan tersebut….Ketika sampai disana HD terkejut ketika melihat Resty, dia merasa tidak asing dengan wajah Resty. Sesudah potong rambut, dengan basa basi HD tanya ke Resty " Mbak Resty , boleh ga kalo saya minta tolong untuk antarkan saya beli makan, karena saya bosan makan di RM". " Boleh saja mas" Jwab Resty. " maaf ya kalo saya merepotkan mbak Resty" kata HDlagi. "Ah gpp kok mas , ga merepotkan kok, karena ga di suruh nyembelih sapi aja" jawab Resty sambil tersenyum. Akhirnya HD di antar aleh Resty beli ikan bakar di sebuah rumah makan
Kesoka harinya Hd coba tlp ke Resty," Mbak, boleh saya main ke sana"." Boleh aja mas, asal bawa jajan ya" jawab Resty. Dengan nada becanda…

Dan keesokan hari nya Hd datang menjumpai rezty…dan tak lupa membawa oleh-oleh untuk rezty….”hai rezty Tanya Hd”…. “Hai..hd jawab..rezty” nih aaku bawain oleh -oleh….ohhh terima kasih Hd… rezty mengganggu gak kedatanganku jam -jam segini…gak koq kebetulan aku lagi istirahat nih…silahkan duduk hd..kamu mau minum apa…ah gak usah repot2 rez…jangan gitu Hd kamu kan tamu aku harus di jamuin lah….

Heehehee…okey deh rez klw gitu aku minta sirup dingin aja …okey Hd tunggu ya bentar aku ambilin dulu..rezty pun beranjak pergi menuju dapur..untuk mengambil minuman untuk Hd. Beberapa menit kemudian rezty membawakan minuman untuk Hd..nih Hd silahkan diminum..” trims ya rez.”…semakin lama mereka berdua berteman akhirnya semakin ada persaan cinta yang terpendam…itulah yang sedang dirasakan oleh Hd..ternyata dia telah menyimpan rasa cinta yg amat dalam…ingin sekali Hd mengungkapkan persaannya tersebut kepada rezty…tetapi dia dihantui perasan takut..apabila nanti rezty menolak aku akan bagaimana..dan gimana kalau dia marah terhadapku..uhhhh……………..Bersambung////////

BESARNYA CINTAKU KEPADAMU


cerita ini dikisahkan dari seseorang yang tidak ingin dipubklasikan identitasnya Waktu itu... Andi danRini setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua... Tetapi pada suatu saat, Rini mulai menjauhi Andi. Rini memutuskan untuk menikah dan pergi dengan lelaki pilihan orang tuanya. pergi ke kota kota besarTempat yang selalu dia impikan .. Sewaktu Rini mau memutuskan Andi, Rini bilang sama Andi.. kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya. Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah...!! Setelah Rini pergi meninggalkan Andi …dengan perasaan yang sudah mantap akan menikah dengan anak OKB (red... Orang kaya baru ) yang akan memuaskan segala keinginannya…sperti shooping – shooping gitu.. sejak itu Andi bekerja keras dia pernah sempat menjual Koran, menjadi karyawan sementara... dan bisnis kecil – kecilan. setiap pekerjaan di kerjakannya dengan sangat baik dan tekun. Sesudah beberapa tahun... lewat.. Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Rini dia masih tidak dapat melupakannya. Pada suatu hari... waktu hujan, Andi dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang-tua Rini Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai villa dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Boss. Andi mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang-tua tersebut. Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang-tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. orang tua Rini tercegang saat Melihat andi turun dari sebuah mobil pribadi yg tergolong mahal juga..dan andi mendekati tempat berdirinya orang tua rini tersebut….dengan nada sapanya Andi menyapa HAi pak hai bu…pa kabar…tersentak kedua orangtua Rini….terdiam membisu beberapa menit…..hai jawab dari bokap nya rini ..” kamu ini Andi kan..” ya,,aku memang Andi..kenapa pak terkejut ya melihat aku yang sudah mapan ini..oh ya sudah bagaimana keadaan rumah tangga nya Rini…pastinya masi baik – baik aja kan pak…seru andi.. “ tidak nak… semenjak perusahaan bokap nya dari suaminya Rini yang dikelola oleh suami nya rini juga Bangkrut…akhir-akhir ini mereka sering bertengkar dan sering juga rini datang kerumah mengadukan tentang perbuatan suaminya..yang akhir-akhir ini sangat kasar..dan sering memukulinya..ibaratnya dia sebagai dari pelampiasan dari akibat hilangnya semua harta suaminya… Tetapi beberapa bulan kemudian Rini bercerai dan memilih untuk menyendiri…. Tetapi Andi masi ada rasa cinta yang tersimpan…tanpa memikirkan betapa sakitnya perbuatan Rini terhadapanya. Hampir setiap hari Andi sering datang menjenguk dan membawakan oleh – oleh untuk Rini. Dan disuatu hari Andi mengungkapkan isi hatinya untuk yang kedua kalinya walaupun kamu pernah menyakiti perasaanku…tetapi aku masi setia menunggumu..” maukah kamu menjadi istriku untuk menjadi pendamping hidupku…” kuharap kau mau menerima lamaranku ini….Rini menjawab tapi aku telah banyak menyakiti hatimu…sbenarnya ini semua tidak adil untuk mu “ tidak Rin mungkin ini semua ujian dari tuhan betapa besarmya cintaku padamu..” Beberapa saat kemudian akhirnya rini luluh juga…dan mereka akhirnya menikah juga satu bulan kemudian dan mereka menjadi keluarag yang harmonis.

dari cerita ini kita dapat kita dapat mengambil hikmah nya..... janganlah terlalu merendahkan seseorang karena jodoh, rezeki atau takdir semuanya ada ditangan tuhan...

Kisah Cinta si Cacat yang Sempurna

inilah kisah cinta orang cacat yang telah berkeluarga, tapi sang suaminya bisa dikatakan memiliki wajah dan tubuh yang sempurna. Di dunia ini, masih ada rupanya cinta yang sempurna.
Untuk Sahabat2ku, ini sebuah kisah menyentuh hati dalam kisah yang nyata. Tuhan itu maha adil dan maha penyayang, Kisah seorang suami istri dalam keluarga yang sangat sederhana, melihat rata2 sosok laki nya itu bisa dinilai seorang pria yang cukup sempurna terutama dalam penampilannya, tapi dia mempunyai seorang istri yang mempunyai kelainan dalam fisiknya, dimana wanita tersebut tidak mempunyai kaki sama sekali total dai ujung kaki hingga ujung paha bahkan wanita itu tidak memiliki sama sekali pinggul (bagian dari pangkal paha hingga batas pinggang),
jadi sulit skali bila duduk karena tida memiliki alas dibawah pinggang tsb., tapi kebesaran Tuhan tentu lain, wanita tersebut memiliki suami yang cukup ganteng, masih muda dan sangat cukup sempurna mau memiliki dan mengasihi seorang wanita yang mempunyai cacat fisik bawaan. mereka sekarang dikaruniai dua orang anak yang sangat sempurna dan lucu sekali…..
dengan rasa yg sangat bangga lelaki tersebut…mengatakan inilah yang dinamakan mukzizat dari tuhan walaupun aku mencintai wanita yang tidak begitu sempurna tetapi tuhan memang sangat pengasih terhadap hambanya yang sabar dan yang menerima apa adanya dari takdir yg telah ditentukan olehnya…..ternyata aku masih diberikan anugerah yang terindah yang tidak aku duga – duga…..
kita dapat mengambil hikmah dari cerita ini janganlah kita hanya mencitai seseorang hanya dengan mengharapkan dari kesempurnaan fisik nya saja…

kuBahagia Walau Cintaku Tak Berbalas

Saya sendiri mengalami patah hati ketika usia dini. Waktu itu saya masih muda dan jatuh cinta, [saya] seorang doktor di bidang psikologi “sebut saja nama saya indra” yang sedang menanjak, baru saja berkeluarga, dan merasa kurang lebih sudah mapan. Lalu, dunia saya terasa runtuh.
Saya sedang menikmati hari paling indah dalam hidup saya. Anak lelaki kedua saya lahir, dan dia begitu lembut, kecil, dan menggemaskan. Saya melihat adanya kemiripan wajah dengan saya, dan rasanya seperti menemukan emas. Saya membayangkan kehidupan terbentang di hadapannya–masa bayi, masa balita, kanak-kanak, masa kuliah, dan seterusnya–dan semua itu membuat hidup saya terasa jauh lebih bahagia dan menyatu dengan dunia. Ketika saya menggendong si kecil riang, dia seperti cinta yang sedang mewujud sebagai manusia kecil di tangan saya. Dan kemudian dokter berkata, “Ada yang tidak beres.”
Keberanian saya lenyap seketika dan saya bisa merasakan degup jantung seperti menendang dari dalam dada ketika dokter mulai merangsang Ryan untuk bernapas.
Tidak lama kemudian, saat Ryan berguling tidak menentu dalam inkubator di balik dinding kaca tebal, dokter mengatakan kepada saya dengan suara tegang bahwa Ryan tampaknya mengidap sindroma selaput hyaline, kegagalan fungsi kantong alveolar di paru-paru. Rumah sakit itu tidak punya perlengkapan untuk menangani masalah itu, jadi Ryan dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit yang lebih lengkap di kota besar.
Kenangan akan ambulans itu, lampu merah yang menyala-nyala di malam gulita, terpatri ke dalam otak saya.
Kami mengupayakan segala yang bisa diupayakan, termasuk berdoa, tentunya, tapi si kecil Ryan akhirnya meninggal.
Oleh karena istri saya masih dirawat di rumah sakit untuk pemulihan setelah melahirkan dengan operasi cesar, saya harus menyelesaikan segala urusan kematian itu sendiri–mencari penyedia jasa penguburan di buku telepon, memilih lokasi pemakaman yang sekiranya pantas, membeli peti jenazah yang berukuran kecil, dan memesan batu nisan serta berusaha memikirkan kata-kata apa yang akan ditorehkan di atasnya. Apa yang bisa saya katakan?
Percayalah, kata-kata saya ini tidak perlu dibuktikan lagi: kenangan paling buruk dalam hidup Anda tidak akan pernah memudar.
Saya tenggelam dalam kesedihan. Bahkan sekarang, betapa pun pedih hati ini karena kematian ayah saya, saya tahu bahwa tidak ada yang bisa mengobati nestapa yang menyiksa saya ketika itu. Saya tidak bisa dihibur, takut untuk mengawali setiap hari, dan bahkan lebih takut lagi menghadapi masa depan yang terbentang, merasa benar-benar tak berdaya untuk menyelamatkan emosi saya dari perasaan terpuruk, terpuruk, dan terpuruk.
Saya bertanya kepada Tuhan, “Mengapa saya?” Dan setiap kali saya merasa mendapat jawaban, saya membantahnya. Tidak, kami tidak menjadwalkannya kelahiran itu terlalu cepat. Bukan, bukan salahku kalau rumah sakit kecil itu tidak bisa menolongnya. Tidak, penyakit itu bukan bawaan. Tidak, saya tidak melakukan sesuatu yang begitu jahat sehingga pantas menerima semua ini. Saya bergulat dengan Tuhan–tetapi itulah pergulatan yang tidak pernah Anda menangi.
Karena hidup saya terus berjalan, tidak peduli saya suka atau tidak, saya berusaha menyatukan kembali serpihan dunia saya. Tetapi, seperti juga kebanyakan orang–bahkan sebagai seorang psikolog muda yang semestinya lebih arif–saya berusaha menemukan kembali dunia saya dengan menggunakan mekanisme-mekanisme penyesuaian diri yang lebih membahayakan daripada membantu. Pada saat itu, semuanya terasa masuk akal, bahkan terasa berani. Walaupun begitu, sejak itulah saya sadar bahwa mekanisme penyesuaian diri yang saya gunakan justru malah memperkuat tembok penjara kesedihan dan rasa takut.
Sekarang, saya punya sebutan rendah untuk mekanisme penyesuaian diri yang tidak memperbaiki keadaan itu: 6M Menyesatkan. Sambil berjuang untuk bertahan secara emosional, saya menuntut agar nasib saya diubah, meskipun tidak akan ada perubahan yang mungkin terasa cukup. Ketika saya merasa tidak puas dengan segala yang terjadi, saya meremehkan upaya saya untuk pulih, dan semakin tenggelam dalam ketidakberdayaan. Lalu, saya mulai mengutuk diri sendiri dan berpikir bahwa entah bagaimana saya memang layak menerima tragedi ini, karena saya tidak cukup arif untuk mengenali suatu kekurangan pada diri saya. Alih-alih berusaha memetik pelajaran dari peristiwa kehilangan itu, saya mengabaikan segala hikmah dari sana. Saya melihat semua itu sebagai derita dan tidak ada hal lain di luar itu. Dan saat kegagalan-kegagalan saling bertumpuk, saya mati-matian menggandakan semua upaya salah kaprah itu, mengira bahwa kalau saja saya bisa mencurahkan lebih banyak perasaan dan jiwa saya ke dalam siksaan ini, saya akan menemukan jalan keluar.
Semua itu tidak pernah menjadi nyata. 6M Menyesatkan akan selalu mengkhianati Anda. Sungguh mengherankan jika mereka begitu terkenal.
Kemudian suatu hari, ketika saya sudah tidak tahan lagi untuk menanggung bahkan satu detik pun serangan pikiran yang mengerikan, saya berpura-pura selama beberapa detik, atau mungkin hanya satu atau dua menit, bahwa Ryan masih hidup di tengah-tengah kami, dan saya membiarkan diri saya mencintainya, seperti saat pertama kali saya menggendongnya.
Untuk beberapa waktu yang singkat itu, kegelapan pun memudar. Penyangkalan memang berfungsi sebagai oasis yang nyaman.
Namun, saya jadi bertanya-tanya apakah benar penyangkalan itu yang mengobati saya? Di dalam kepala, saya benar-benar sadar bahwa anak saya sudah meninggal. Jadi, tanpa kepura-puraan itu pun saya kembali membiarkan diri untuk memusatkan rasa cinta saya kepada Ryan. Dan perasaan damai dari derita itu pun kembali lagi.
Lama-lama–setelah begitu lama–saya temukan bahwa ketika saya sengaja membiarkan diri untuk mengumpulkan segenap cinta kepada Ryan, saya benar-benar merasa lebih baik–kejutan aneh–alih-alih merasa lebih buruk.
Saya juga menemukan bahwa saya masih bisa mencinta Ryan walaupun nyatanya dia tidak akan pernah membalas cinta saya–bahkan tidak akan pernah mengenal saya. Saya sadar bahwa cinta saya kepada Ryan (dan bukan cinta dia kepada saya) adalah warisan yang dia tinggalkan, dan tak seorang pun bisa merenggutnya. Kecuali saya sendiri. Dan saya tidak mau melepaskannya. Cinta itu terlalu kuat dan terlalu indah. Cinta itulah satu-satunya perasaan yang lebih kuat daripada derita akibat kehilangan.
Setiap hari, awalnya dengan air mata, saya menyisihkan waktu beristirahat untuk menikmati kedamaian rasa cinta saya untuk si kecil. Secara bertahap, rasa cinta yang saya rasakan mulai memberkahi saya dengan lebih dari sekadar pelarian dari derita. Cinta itu juga memberi saya kekuatan emosional untuk memaafkan, dan berhenti menyiksa diri saya dengan pertanyaan “Mengapa saya?” Dalam pembunuhan emosi seperti ini, seseorang hanya bisa menyalahkan siapa saja dan semua orang–dokter yang semestinya lebih tahu, sopir ambulans yang seharusnya bisa menyetir lebih cepat, para pembayar pajak yang menolak untuk membangun rumah sakit yang lebih besar. Diri sendiri. Nasib. Tuhan. Akan tetapi, saya memaafkan. Saya melepas pertemanan saya dengan amarah yang terasa sedikit nyaman itu.
Ketika saya melakukan semua ini, saya menemukan bahwa kemarahan saya hanyalah emosi pengganti untuk derita yang jauh lebih besar, dan bahkan jauh lebih sulit untuk diatasi. Derita yang lebih besar itu adalah rasa takut–rasa takut untuk menjalani sisa hidup saya yang tidak berharga lagi tanpa kehadiran anak lelaki saya, serta nasib dan Tuhan yang seolah-olah tengah menghalangi saya.
Semakin saya memaafkan, saya semakin bisa memahami dan menyadari bahwa walaupun Ryan telah tiada, baik Tuhan maupun orang lain tidak pernah menghalangi saya, dan nasib saya masih bisa berubah.
Pemaafan itu memberkahi saya dengan rasa aman di dalam diri dan memberi saya kesadaran akan kekuatan pribadi yang tidak terduga. Saya tidak lagi merasa bahwa seolah-oleh emosi saya sangat bergantung pada tindakan orang lain dan pada nasib itu sendiri. Kesedihan bisa saja menghantam saya berulang-ulang, tetapi kehidupan tidak bisa membuat saya membenci siapa pun–bahkan tidak diri saya sendiri.
Saya perlahan-lahan meraih kembali kekuatan, seperti layaknya seseorang yang telah berperang melawan penyakit yang parah, dan saya jadi lebih mampu untuk mengulurkan tangan dan membantu orang lain–keluarga saya yang tengah berduka, klien, dan teman-teman saya–dan saya mendapatkan kejutan lain. Meskipun saya sendiri masih perlu menghimpun kekuatan, justru dengan membantu orang lain, saya bisa memperoleh dayahidup yang lebih besar daripada yang saya berikan. Semakin banyak semangat dan cinta yang saya curahkan kepada orang lain, saya semakin merasakan diri saya terisi kembali dengan kehidupan dan harapan.
Saya temukan bahwa kehidupan di dunia saat ini lebih berharga daripada kemelut di dalam diri saya.
Dan pada suatu pagi yang biasa tanpa keriuhan, sebagaimana layaknya ketika perubahan sejati berlangsung, saya sadar bahwa telah tumbuh pengetahuan baru di dalam diri saya. Jenis pengetahuan yang membebaskan dan bukan sekadar ilusi yang biasanya hanya diperoleh lewat penderitaan. Saya tahu bahwa cinta saya kepada Ryan adalah milik saya selamanya, tersimpan di dalam hati, dan abadi. Saya tahu bahwa tidak ada peristiwa lain yang bisa membuat saya hancur secara keseluruhan. Saya tahu bahwa hidup teramat berharga dan singkat, dan bahwa sejak saat itu, saya akan memerhatikan anak pertama saya, Brett, jauh lebih baik daripada sebelumnya. Dan saya belajar bahwa jika saya mencurahkan cinta saya kepada Ryan, keluarga, teman-teman, dan klien-klien, jiwa saya akan kembali utuh.
Semua pelajaran ini luar biasa berharga bagi saya. Namun, saya tahu, bahkan sejak pagi itu, bahwa saya tidak akan pernah mempelajarinya tanpa mengalami penderitaan terlebih dahulu.

Minggu, 24 Januari 2010

ternyata dia pembohong

Awal cerita aku berkenalan dengan nya...sebut saja di sebuah pusat perbelanjaan.. ketika saya berjalan menuju di sebuah toko yg menjual berbagai acsesoris,, sesampainya di toko tersebut saya mendapatkan seorang wanita yg kebetulan sedang memilih- milih berbagai acsesoris yg cocok untuk keinginan nya...setelah itu saya juga dengan telitinya memilih berbagai mainan2 kunci..tanpa sengaja kami bertatapan muka hanya berjarak kira2 30 cm...dengan agak malu-malu dia tersenyum dan aq juga membalas senyumannya yg begitu indah membuat jantung q berdebar-debar tak beraturan.....
Aq menarik nafas dalam-dalam dan memberanikan diri untuk berkenalan...mungkin naisb saya memang mujur hari itu...mengapa.!!! dengan senang hati dia menyambut baek..perkenalan saya.. dan saya memperkenalkan "nama saya dian..." dan cwek tersebut memjawab..: ohh..nama saya yuli..senang brkenalan dengan...anda jawabnya.
Dan saya mulai bertanya-tanya alamat rumahnya dan semunya dech tentang dia...dan tanpa lupa saya minta no Hp nya...setelah itu kami bertukaran no hP. setelah sudah menemukan cindera mata yang kami suka i... masing2.. saya menanyakan habis ini kmw kemana..?? dia menjawab gak kemana - mana lg koq jawabnya...dengan memberanikan diri saya menawarkan untuk mengantar nya pulang.... okey saya menerima kebaikan kamu koq tapi asal... tidak merepotkan kmw...tungkasnya.. oh tidak apa2 koq buwat kmw apa yang enggak sih..dengan nada menggoda...lalu dia tersenyum..dan senyumannya itulah yg slalu bwt jantung saya berdebar2..
Sesampainya saya mengantarkannya pulang..dia kembali menebarkan senyumnya dan mengatakan terima kasih banyak ya.. " sama - sama jawabku.." dan tanpa gw sangka2 dia menanyakan pada saya kmw ada acara gak besok...gak ada .jawabku.."
gimana klw kamu nemanin saya jalan2 tp sore2 ya..soalnya suntuk kali klw dirumah trus kmw mw gak..??? dengan senang hati jawabku..tp besok tinggal kabarin aku aja ya jadi atw tidaknya....okey jawabnya...dah. " dahhh jawabku juga."
sesampai keesokan harinya dia menghubungi saya dan menandakan kmai jadi jalan- jalan sore....dengan sejenak saya langsung tancap gas melesat dengan cepat krna gak sabar gak karuan..setelah aq sampai dirumahnya trnyata dia tlah menunggu q dengan santai nya di teras rumahnya,,,, hai yul kt pergi sekarang..." yok jawabnya..." dengan pelan-pelan jalannya sepeda motor dan dengan hati2nya karna saya sankin groginya...stelah puas berbincang - bincang dan menikmati jalan2 sore...aq mengatarkan nya pulang ke rumahnya......thank's... ya kmw dah nyenangin aku hari ini...."oh sama-sama jawabku...dah sampe jumpa esok lagi ya.....

setelah dua bulan berlalu kami berteman semakin banyak cinta yg tak terbendung...aq sangat ingin mengungkapkan perasaan yang begitu dalam atw perasan cinta ku yang amat sangat ingin aku ungkapakan.....sbelumnya kami tlah ada janji untuk ketemuan...dan terhentak dipikiran saya untuk mengungkapkan isi perasaan saya yg begitu dalam harus hari ini juga.
setelah kami bertemu..hanya dengan sedikit cerita2 lucu2 atw laennya...terhentak dipikiran saya " harus.. harus.." kuungkapkan sekarang..dan dengan sedikit grogi saya ungkapkan..." yul...sebenarnya seb..seb..sebenarnya aq sangat suka dan cinta ma kamu..apakah kamu bersedia menjadi pacar ku....dengan deg,,deg gan dicampur sedikit rasa takut....kami berdua terdiam sejenak....dan beberapa menit kemudian yulia menanyakan " apakah kamu serius...benar cinta kepada ku..." ya yul ini dari hatiku yang paling dalam.. jawabku..." baiklah aq terima cintamu...tp kt menjalankan nya dengan pelan - pelan saja ya..." ya yul jawabku....." dengan nada yang begitu senang dan gembira....


setelah beberapa bulan tlah berlalu perasan cinta semakin mendalam....di suatu hari dia tak ada kabar dan terdengar dari orang orang ternyata dia tlah tunangan sebelumnya....dan akan melaksanakan akad nikah di bulan itu juga...terhentak saya terdiam dan dengan persaan yang hancur...tp apalah daya mungkin memang sampai di sini..cerita ku dengannya...uhhhhh...nasib nasib..

BAGI ORANG YANG PERNAH MENGALAMI PERISTIWA SEPERTI INI JANGALAH PUTUS ASA DAN JANGAN MENYERAH MENJALANI HIDUP INI....INGAT!!! MASIH BANYAK CEWEK2 YANG BAIK2 HATINYA............