Kamis, 28 Januari 2010

Senin, 25 Januari 2010

KETIKA CINTA HARUS BERKORBAN



Yang akan aku cerita kan berikut ini adalah cerita nyata tentang kehidupan seseorang....Dengan maksud untuk melindungi privasi beberapa orang yang terlibat di dalamnya maka aku sengaja initial kan nama dari tokoh² yg terlibat di dalam cerita ini.
awal…cerita
"Bagaimana ini pak, kok ada penumpang yang lebih,tidak sesuai dengan manifest penumpang yg ada?" tanya Heri kepada sopir dari bus executive jurusan (…….) (……) Si sopir yg merasa bersalah karena telah membawa penumpang gelap hanya bisa menunduk sambil menyeka keringat dan berkata " maaf mas( HD), saya terpaksa bawa penumpang gelap karena saya lagi butuh uang, anak saya sakit". Entah alasan itu benar atau tidak, tp pada dasarnya ( HD) adalah seorang yg berhati lembut dan gampang sekali merasa iba. Yah memang pekerjaan ( HD) adalah Checker atau kontrol di perusahaan bus yag sudah punya nama di dunia transportasi. Pekerjaan sebagai kontrol bus adalah pekerjaan yg tidak enak. Kenapa bisa di bilang tidak enak karena harus bisa menempatkan diri untuk menjadi jembatan antara para kru bus yang selalu merasa kurang dan pemilik atau manajemen yang selalu merasa rugi karena sudah merasa memberi terlalu banyak kepada para krunya. "Ya udah untuk kali ini saya maafkan ya pak, tp tolong lain kali jangan di ulangi lagi" kata ( HD) kepada sopir tadi…( HD) di tempatkan di salah satu rumah makan yang ternama di Tuban. ( HD)adalah seorang suami yg punya istri dan 2 orang anak. Tapi bisa di bilang hubungan dengan keluarga istrinya tidaklah harmonis. Suatu saat Heri di panggil oleh pihak perwakilan bus yg ada di kota (……). " Hd , besok kamu gantikan si (F) yg ngepos di rumah makan (…….) ya, karena dia waktunya libur" kata si pimpinan kepada (HD). Keesokan harinya (HD) berangkat ke (…….)dan akan stand by di sana selama 4 hari. Ketika sampai di sana dia di sambut dengan hangat oleh Pak Haji ( MD) pemilik rumah makan (….) " Selamat datang pak(HD), semoga bisa kerasan di sini' kata Pak Haji ( MD) " Terima kasih Pak Haji, insyaallah saya akan kerasan di sini" jawab (HD) dengan penuh antusias….

(HD) tinggal di kamar yang sudah di sediakan di ruangan atas. Sehari di sana dia menjalani aktifitas kerjanya dengan biasa. Anak² Rumah makan juga baik menerima (HD). Pak Han adalah teman satu kamar yang juga supir dari jurusan (…..)-(……). "Pak Han, di sini kalo mau potong rambut di mana?" tanya HD kepada Pak Han. " Ada mas Hd, di salon Resty aja" jawab Pak Han. " Ya udah nanti sore tolong antarkan saya ya pak", Kta Heri. Dan sorenya dia di antar Pak Han ke salon Resty yg letaknya tidak jauh dari rumah makan tersebut….Ketika sampai disana HD terkejut ketika melihat Resty, dia merasa tidak asing dengan wajah Resty. Sesudah potong rambut, dengan basa basi HD tanya ke Resty " Mbak Resty , boleh ga kalo saya minta tolong untuk antarkan saya beli makan, karena saya bosan makan di RM". " Boleh saja mas" Jwab Resty. " maaf ya kalo saya merepotkan mbak Resty" kata HDlagi. "Ah gpp kok mas , ga merepotkan kok, karena ga di suruh nyembelih sapi aja" jawab Resty sambil tersenyum. Akhirnya HD di antar aleh Resty beli ikan bakar di sebuah rumah makan
Kesoka harinya Hd coba tlp ke Resty," Mbak, boleh saya main ke sana"." Boleh aja mas, asal bawa jajan ya" jawab Resty. Dengan nada becanda…

Dan keesokan hari nya Hd datang menjumpai rezty…dan tak lupa membawa oleh-oleh untuk rezty….”hai rezty Tanya Hd”…. “Hai..hd jawab..rezty” nih aaku bawain oleh -oleh….ohhh terima kasih Hd… rezty mengganggu gak kedatanganku jam -jam segini…gak koq kebetulan aku lagi istirahat nih…silahkan duduk hd..kamu mau minum apa…ah gak usah repot2 rez…jangan gitu Hd kamu kan tamu aku harus di jamuin lah….

Heehehee…okey deh rez klw gitu aku minta sirup dingin aja …okey Hd tunggu ya bentar aku ambilin dulu..rezty pun beranjak pergi menuju dapur..untuk mengambil minuman untuk Hd. Beberapa menit kemudian rezty membawakan minuman untuk Hd..nih Hd silahkan diminum..” trims ya rez.”…semakin lama mereka berdua berteman akhirnya semakin ada persaan cinta yang terpendam…itulah yang sedang dirasakan oleh Hd..ternyata dia telah menyimpan rasa cinta yg amat dalam…ingin sekali Hd mengungkapkan persaannya tersebut kepada rezty…tetapi dia dihantui perasan takut..apabila nanti rezty menolak aku akan bagaimana..dan gimana kalau dia marah terhadapku..uhhhh……………..Bersambung////////

BESARNYA CINTAKU KEPADAMU


cerita ini dikisahkan dari seseorang yang tidak ingin dipubklasikan identitasnya Waktu itu... Andi danRini setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua... Tetapi pada suatu saat, Rini mulai menjauhi Andi. Rini memutuskan untuk menikah dan pergi dengan lelaki pilihan orang tuanya. pergi ke kota kota besarTempat yang selalu dia impikan .. Sewaktu Rini mau memutuskan Andi, Rini bilang sama Andi.. kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya. Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah...!! Setelah Rini pergi meninggalkan Andi …dengan perasaan yang sudah mantap akan menikah dengan anak OKB (red... Orang kaya baru ) yang akan memuaskan segala keinginannya…sperti shooping – shooping gitu.. sejak itu Andi bekerja keras dia pernah sempat menjual Koran, menjadi karyawan sementara... dan bisnis kecil – kecilan. setiap pekerjaan di kerjakannya dengan sangat baik dan tekun. Sesudah beberapa tahun... lewat.. Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Rini dia masih tidak dapat melupakannya. Pada suatu hari... waktu hujan, Andi dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang-tua Rini Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai villa dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Boss. Andi mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang-tua tersebut. Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang-tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. orang tua Rini tercegang saat Melihat andi turun dari sebuah mobil pribadi yg tergolong mahal juga..dan andi mendekati tempat berdirinya orang tua rini tersebut….dengan nada sapanya Andi menyapa HAi pak hai bu…pa kabar…tersentak kedua orangtua Rini….terdiam membisu beberapa menit…..hai jawab dari bokap nya rini ..” kamu ini Andi kan..” ya,,aku memang Andi..kenapa pak terkejut ya melihat aku yang sudah mapan ini..oh ya sudah bagaimana keadaan rumah tangga nya Rini…pastinya masi baik – baik aja kan pak…seru andi.. “ tidak nak… semenjak perusahaan bokap nya dari suaminya Rini yang dikelola oleh suami nya rini juga Bangkrut…akhir-akhir ini mereka sering bertengkar dan sering juga rini datang kerumah mengadukan tentang perbuatan suaminya..yang akhir-akhir ini sangat kasar..dan sering memukulinya..ibaratnya dia sebagai dari pelampiasan dari akibat hilangnya semua harta suaminya… Tetapi beberapa bulan kemudian Rini bercerai dan memilih untuk menyendiri…. Tetapi Andi masi ada rasa cinta yang tersimpan…tanpa memikirkan betapa sakitnya perbuatan Rini terhadapanya. Hampir setiap hari Andi sering datang menjenguk dan membawakan oleh – oleh untuk Rini. Dan disuatu hari Andi mengungkapkan isi hatinya untuk yang kedua kalinya walaupun kamu pernah menyakiti perasaanku…tetapi aku masi setia menunggumu..” maukah kamu menjadi istriku untuk menjadi pendamping hidupku…” kuharap kau mau menerima lamaranku ini….Rini menjawab tapi aku telah banyak menyakiti hatimu…sbenarnya ini semua tidak adil untuk mu “ tidak Rin mungkin ini semua ujian dari tuhan betapa besarmya cintaku padamu..” Beberapa saat kemudian akhirnya rini luluh juga…dan mereka akhirnya menikah juga satu bulan kemudian dan mereka menjadi keluarag yang harmonis.

dari cerita ini kita dapat kita dapat mengambil hikmah nya..... janganlah terlalu merendahkan seseorang karena jodoh, rezeki atau takdir semuanya ada ditangan tuhan...

Kisah Cinta si Cacat yang Sempurna

inilah kisah cinta orang cacat yang telah berkeluarga, tapi sang suaminya bisa dikatakan memiliki wajah dan tubuh yang sempurna. Di dunia ini, masih ada rupanya cinta yang sempurna.
Untuk Sahabat2ku, ini sebuah kisah menyentuh hati dalam kisah yang nyata. Tuhan itu maha adil dan maha penyayang, Kisah seorang suami istri dalam keluarga yang sangat sederhana, melihat rata2 sosok laki nya itu bisa dinilai seorang pria yang cukup sempurna terutama dalam penampilannya, tapi dia mempunyai seorang istri yang mempunyai kelainan dalam fisiknya, dimana wanita tersebut tidak mempunyai kaki sama sekali total dai ujung kaki hingga ujung paha bahkan wanita itu tidak memiliki sama sekali pinggul (bagian dari pangkal paha hingga batas pinggang),
jadi sulit skali bila duduk karena tida memiliki alas dibawah pinggang tsb., tapi kebesaran Tuhan tentu lain, wanita tersebut memiliki suami yang cukup ganteng, masih muda dan sangat cukup sempurna mau memiliki dan mengasihi seorang wanita yang mempunyai cacat fisik bawaan. mereka sekarang dikaruniai dua orang anak yang sangat sempurna dan lucu sekali…..
dengan rasa yg sangat bangga lelaki tersebut…mengatakan inilah yang dinamakan mukzizat dari tuhan walaupun aku mencintai wanita yang tidak begitu sempurna tetapi tuhan memang sangat pengasih terhadap hambanya yang sabar dan yang menerima apa adanya dari takdir yg telah ditentukan olehnya…..ternyata aku masih diberikan anugerah yang terindah yang tidak aku duga – duga…..
kita dapat mengambil hikmah dari cerita ini janganlah kita hanya mencitai seseorang hanya dengan mengharapkan dari kesempurnaan fisik nya saja…

kuBahagia Walau Cintaku Tak Berbalas

Saya sendiri mengalami patah hati ketika usia dini. Waktu itu saya masih muda dan jatuh cinta, [saya] seorang doktor di bidang psikologi “sebut saja nama saya indra” yang sedang menanjak, baru saja berkeluarga, dan merasa kurang lebih sudah mapan. Lalu, dunia saya terasa runtuh.
Saya sedang menikmati hari paling indah dalam hidup saya. Anak lelaki kedua saya lahir, dan dia begitu lembut, kecil, dan menggemaskan. Saya melihat adanya kemiripan wajah dengan saya, dan rasanya seperti menemukan emas. Saya membayangkan kehidupan terbentang di hadapannya–masa bayi, masa balita, kanak-kanak, masa kuliah, dan seterusnya–dan semua itu membuat hidup saya terasa jauh lebih bahagia dan menyatu dengan dunia. Ketika saya menggendong si kecil riang, dia seperti cinta yang sedang mewujud sebagai manusia kecil di tangan saya. Dan kemudian dokter berkata, “Ada yang tidak beres.”
Keberanian saya lenyap seketika dan saya bisa merasakan degup jantung seperti menendang dari dalam dada ketika dokter mulai merangsang Ryan untuk bernapas.
Tidak lama kemudian, saat Ryan berguling tidak menentu dalam inkubator di balik dinding kaca tebal, dokter mengatakan kepada saya dengan suara tegang bahwa Ryan tampaknya mengidap sindroma selaput hyaline, kegagalan fungsi kantong alveolar di paru-paru. Rumah sakit itu tidak punya perlengkapan untuk menangani masalah itu, jadi Ryan dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit yang lebih lengkap di kota besar.
Kenangan akan ambulans itu, lampu merah yang menyala-nyala di malam gulita, terpatri ke dalam otak saya.
Kami mengupayakan segala yang bisa diupayakan, termasuk berdoa, tentunya, tapi si kecil Ryan akhirnya meninggal.
Oleh karena istri saya masih dirawat di rumah sakit untuk pemulihan setelah melahirkan dengan operasi cesar, saya harus menyelesaikan segala urusan kematian itu sendiri–mencari penyedia jasa penguburan di buku telepon, memilih lokasi pemakaman yang sekiranya pantas, membeli peti jenazah yang berukuran kecil, dan memesan batu nisan serta berusaha memikirkan kata-kata apa yang akan ditorehkan di atasnya. Apa yang bisa saya katakan?
Percayalah, kata-kata saya ini tidak perlu dibuktikan lagi: kenangan paling buruk dalam hidup Anda tidak akan pernah memudar.
Saya tenggelam dalam kesedihan. Bahkan sekarang, betapa pun pedih hati ini karena kematian ayah saya, saya tahu bahwa tidak ada yang bisa mengobati nestapa yang menyiksa saya ketika itu. Saya tidak bisa dihibur, takut untuk mengawali setiap hari, dan bahkan lebih takut lagi menghadapi masa depan yang terbentang, merasa benar-benar tak berdaya untuk menyelamatkan emosi saya dari perasaan terpuruk, terpuruk, dan terpuruk.
Saya bertanya kepada Tuhan, “Mengapa saya?” Dan setiap kali saya merasa mendapat jawaban, saya membantahnya. Tidak, kami tidak menjadwalkannya kelahiran itu terlalu cepat. Bukan, bukan salahku kalau rumah sakit kecil itu tidak bisa menolongnya. Tidak, penyakit itu bukan bawaan. Tidak, saya tidak melakukan sesuatu yang begitu jahat sehingga pantas menerima semua ini. Saya bergulat dengan Tuhan–tetapi itulah pergulatan yang tidak pernah Anda menangi.
Karena hidup saya terus berjalan, tidak peduli saya suka atau tidak, saya berusaha menyatukan kembali serpihan dunia saya. Tetapi, seperti juga kebanyakan orang–bahkan sebagai seorang psikolog muda yang semestinya lebih arif–saya berusaha menemukan kembali dunia saya dengan menggunakan mekanisme-mekanisme penyesuaian diri yang lebih membahayakan daripada membantu. Pada saat itu, semuanya terasa masuk akal, bahkan terasa berani. Walaupun begitu, sejak itulah saya sadar bahwa mekanisme penyesuaian diri yang saya gunakan justru malah memperkuat tembok penjara kesedihan dan rasa takut.
Sekarang, saya punya sebutan rendah untuk mekanisme penyesuaian diri yang tidak memperbaiki keadaan itu: 6M Menyesatkan. Sambil berjuang untuk bertahan secara emosional, saya menuntut agar nasib saya diubah, meskipun tidak akan ada perubahan yang mungkin terasa cukup. Ketika saya merasa tidak puas dengan segala yang terjadi, saya meremehkan upaya saya untuk pulih, dan semakin tenggelam dalam ketidakberdayaan. Lalu, saya mulai mengutuk diri sendiri dan berpikir bahwa entah bagaimana saya memang layak menerima tragedi ini, karena saya tidak cukup arif untuk mengenali suatu kekurangan pada diri saya. Alih-alih berusaha memetik pelajaran dari peristiwa kehilangan itu, saya mengabaikan segala hikmah dari sana. Saya melihat semua itu sebagai derita dan tidak ada hal lain di luar itu. Dan saat kegagalan-kegagalan saling bertumpuk, saya mati-matian menggandakan semua upaya salah kaprah itu, mengira bahwa kalau saja saya bisa mencurahkan lebih banyak perasaan dan jiwa saya ke dalam siksaan ini, saya akan menemukan jalan keluar.
Semua itu tidak pernah menjadi nyata. 6M Menyesatkan akan selalu mengkhianati Anda. Sungguh mengherankan jika mereka begitu terkenal.
Kemudian suatu hari, ketika saya sudah tidak tahan lagi untuk menanggung bahkan satu detik pun serangan pikiran yang mengerikan, saya berpura-pura selama beberapa detik, atau mungkin hanya satu atau dua menit, bahwa Ryan masih hidup di tengah-tengah kami, dan saya membiarkan diri saya mencintainya, seperti saat pertama kali saya menggendongnya.
Untuk beberapa waktu yang singkat itu, kegelapan pun memudar. Penyangkalan memang berfungsi sebagai oasis yang nyaman.
Namun, saya jadi bertanya-tanya apakah benar penyangkalan itu yang mengobati saya? Di dalam kepala, saya benar-benar sadar bahwa anak saya sudah meninggal. Jadi, tanpa kepura-puraan itu pun saya kembali membiarkan diri untuk memusatkan rasa cinta saya kepada Ryan. Dan perasaan damai dari derita itu pun kembali lagi.
Lama-lama–setelah begitu lama–saya temukan bahwa ketika saya sengaja membiarkan diri untuk mengumpulkan segenap cinta kepada Ryan, saya benar-benar merasa lebih baik–kejutan aneh–alih-alih merasa lebih buruk.
Saya juga menemukan bahwa saya masih bisa mencinta Ryan walaupun nyatanya dia tidak akan pernah membalas cinta saya–bahkan tidak akan pernah mengenal saya. Saya sadar bahwa cinta saya kepada Ryan (dan bukan cinta dia kepada saya) adalah warisan yang dia tinggalkan, dan tak seorang pun bisa merenggutnya. Kecuali saya sendiri. Dan saya tidak mau melepaskannya. Cinta itu terlalu kuat dan terlalu indah. Cinta itulah satu-satunya perasaan yang lebih kuat daripada derita akibat kehilangan.
Setiap hari, awalnya dengan air mata, saya menyisihkan waktu beristirahat untuk menikmati kedamaian rasa cinta saya untuk si kecil. Secara bertahap, rasa cinta yang saya rasakan mulai memberkahi saya dengan lebih dari sekadar pelarian dari derita. Cinta itu juga memberi saya kekuatan emosional untuk memaafkan, dan berhenti menyiksa diri saya dengan pertanyaan “Mengapa saya?” Dalam pembunuhan emosi seperti ini, seseorang hanya bisa menyalahkan siapa saja dan semua orang–dokter yang semestinya lebih tahu, sopir ambulans yang seharusnya bisa menyetir lebih cepat, para pembayar pajak yang menolak untuk membangun rumah sakit yang lebih besar. Diri sendiri. Nasib. Tuhan. Akan tetapi, saya memaafkan. Saya melepas pertemanan saya dengan amarah yang terasa sedikit nyaman itu.
Ketika saya melakukan semua ini, saya menemukan bahwa kemarahan saya hanyalah emosi pengganti untuk derita yang jauh lebih besar, dan bahkan jauh lebih sulit untuk diatasi. Derita yang lebih besar itu adalah rasa takut–rasa takut untuk menjalani sisa hidup saya yang tidak berharga lagi tanpa kehadiran anak lelaki saya, serta nasib dan Tuhan yang seolah-olah tengah menghalangi saya.
Semakin saya memaafkan, saya semakin bisa memahami dan menyadari bahwa walaupun Ryan telah tiada, baik Tuhan maupun orang lain tidak pernah menghalangi saya, dan nasib saya masih bisa berubah.
Pemaafan itu memberkahi saya dengan rasa aman di dalam diri dan memberi saya kesadaran akan kekuatan pribadi yang tidak terduga. Saya tidak lagi merasa bahwa seolah-oleh emosi saya sangat bergantung pada tindakan orang lain dan pada nasib itu sendiri. Kesedihan bisa saja menghantam saya berulang-ulang, tetapi kehidupan tidak bisa membuat saya membenci siapa pun–bahkan tidak diri saya sendiri.
Saya perlahan-lahan meraih kembali kekuatan, seperti layaknya seseorang yang telah berperang melawan penyakit yang parah, dan saya jadi lebih mampu untuk mengulurkan tangan dan membantu orang lain–keluarga saya yang tengah berduka, klien, dan teman-teman saya–dan saya mendapatkan kejutan lain. Meskipun saya sendiri masih perlu menghimpun kekuatan, justru dengan membantu orang lain, saya bisa memperoleh dayahidup yang lebih besar daripada yang saya berikan. Semakin banyak semangat dan cinta yang saya curahkan kepada orang lain, saya semakin merasakan diri saya terisi kembali dengan kehidupan dan harapan.
Saya temukan bahwa kehidupan di dunia saat ini lebih berharga daripada kemelut di dalam diri saya.
Dan pada suatu pagi yang biasa tanpa keriuhan, sebagaimana layaknya ketika perubahan sejati berlangsung, saya sadar bahwa telah tumbuh pengetahuan baru di dalam diri saya. Jenis pengetahuan yang membebaskan dan bukan sekadar ilusi yang biasanya hanya diperoleh lewat penderitaan. Saya tahu bahwa cinta saya kepada Ryan adalah milik saya selamanya, tersimpan di dalam hati, dan abadi. Saya tahu bahwa tidak ada peristiwa lain yang bisa membuat saya hancur secara keseluruhan. Saya tahu bahwa hidup teramat berharga dan singkat, dan bahwa sejak saat itu, saya akan memerhatikan anak pertama saya, Brett, jauh lebih baik daripada sebelumnya. Dan saya belajar bahwa jika saya mencurahkan cinta saya kepada Ryan, keluarga, teman-teman, dan klien-klien, jiwa saya akan kembali utuh.
Semua pelajaran ini luar biasa berharga bagi saya. Namun, saya tahu, bahkan sejak pagi itu, bahwa saya tidak akan pernah mempelajarinya tanpa mengalami penderitaan terlebih dahulu.

Minggu, 24 Januari 2010

ternyata dia pembohong

Awal cerita aku berkenalan dengan nya...sebut saja di sebuah pusat perbelanjaan.. ketika saya berjalan menuju di sebuah toko yg menjual berbagai acsesoris,, sesampainya di toko tersebut saya mendapatkan seorang wanita yg kebetulan sedang memilih- milih berbagai acsesoris yg cocok untuk keinginan nya...setelah itu saya juga dengan telitinya memilih berbagai mainan2 kunci..tanpa sengaja kami bertatapan muka hanya berjarak kira2 30 cm...dengan agak malu-malu dia tersenyum dan aq juga membalas senyumannya yg begitu indah membuat jantung q berdebar-debar tak beraturan.....
Aq menarik nafas dalam-dalam dan memberanikan diri untuk berkenalan...mungkin naisb saya memang mujur hari itu...mengapa.!!! dengan senang hati dia menyambut baek..perkenalan saya.. dan saya memperkenalkan "nama saya dian..." dan cwek tersebut memjawab..: ohh..nama saya yuli..senang brkenalan dengan...anda jawabnya.
Dan saya mulai bertanya-tanya alamat rumahnya dan semunya dech tentang dia...dan tanpa lupa saya minta no Hp nya...setelah itu kami bertukaran no hP. setelah sudah menemukan cindera mata yang kami suka i... masing2.. saya menanyakan habis ini kmw kemana..?? dia menjawab gak kemana - mana lg koq jawabnya...dengan memberanikan diri saya menawarkan untuk mengantar nya pulang.... okey saya menerima kebaikan kamu koq tapi asal... tidak merepotkan kmw...tungkasnya.. oh tidak apa2 koq buwat kmw apa yang enggak sih..dengan nada menggoda...lalu dia tersenyum..dan senyumannya itulah yg slalu bwt jantung saya berdebar2..
Sesampainya saya mengantarkannya pulang..dia kembali menebarkan senyumnya dan mengatakan terima kasih banyak ya.. " sama - sama jawabku.." dan tanpa gw sangka2 dia menanyakan pada saya kmw ada acara gak besok...gak ada .jawabku.."
gimana klw kamu nemanin saya jalan2 tp sore2 ya..soalnya suntuk kali klw dirumah trus kmw mw gak..??? dengan senang hati jawabku..tp besok tinggal kabarin aku aja ya jadi atw tidaknya....okey jawabnya...dah. " dahhh jawabku juga."
sesampai keesokan harinya dia menghubungi saya dan menandakan kmai jadi jalan- jalan sore....dengan sejenak saya langsung tancap gas melesat dengan cepat krna gak sabar gak karuan..setelah aq sampai dirumahnya trnyata dia tlah menunggu q dengan santai nya di teras rumahnya,,,, hai yul kt pergi sekarang..." yok jawabnya..." dengan pelan-pelan jalannya sepeda motor dan dengan hati2nya karna saya sankin groginya...stelah puas berbincang - bincang dan menikmati jalan2 sore...aq mengatarkan nya pulang ke rumahnya......thank's... ya kmw dah nyenangin aku hari ini...."oh sama-sama jawabku...dah sampe jumpa esok lagi ya.....

setelah dua bulan berlalu kami berteman semakin banyak cinta yg tak terbendung...aq sangat ingin mengungkapkan perasaan yang begitu dalam atw perasan cinta ku yang amat sangat ingin aku ungkapakan.....sbelumnya kami tlah ada janji untuk ketemuan...dan terhentak dipikiran saya untuk mengungkapkan isi perasaan saya yg begitu dalam harus hari ini juga.
setelah kami bertemu..hanya dengan sedikit cerita2 lucu2 atw laennya...terhentak dipikiran saya " harus.. harus.." kuungkapkan sekarang..dan dengan sedikit grogi saya ungkapkan..." yul...sebenarnya seb..seb..sebenarnya aq sangat suka dan cinta ma kamu..apakah kamu bersedia menjadi pacar ku....dengan deg,,deg gan dicampur sedikit rasa takut....kami berdua terdiam sejenak....dan beberapa menit kemudian yulia menanyakan " apakah kamu serius...benar cinta kepada ku..." ya yul ini dari hatiku yang paling dalam.. jawabku..." baiklah aq terima cintamu...tp kt menjalankan nya dengan pelan - pelan saja ya..." ya yul jawabku....." dengan nada yang begitu senang dan gembira....


setelah beberapa bulan tlah berlalu perasan cinta semakin mendalam....di suatu hari dia tak ada kabar dan terdengar dari orang orang ternyata dia tlah tunangan sebelumnya....dan akan melaksanakan akad nikah di bulan itu juga...terhentak saya terdiam dan dengan persaan yang hancur...tp apalah daya mungkin memang sampai di sini..cerita ku dengannya...uhhhhh...nasib nasib..

BAGI ORANG YANG PERNAH MENGALAMI PERISTIWA SEPERTI INI JANGALAH PUTUS ASA DAN JANGAN MENYERAH MENJALANI HIDUP INI....INGAT!!! MASIH BANYAK CEWEK2 YANG BAIK2 HATINYA............